PERTEMUAN
1
PENGENALAN
MOBILE PROGAMMING ANDROID
DAFTAR
ISI
1. Apa
itu android
2. Sejarah
andorid
3. Kelebihan
dan kekurangan android
4. Bahasa
pemograman yang digunakan
5. Saat
ini sudah berapa versi android yang digunanakan
6. Sebutkan
veri-versinya
- Apa itu android?
Android adalah
sistem operasi yang dirancang oleh Google dengan basis kernel Linux untuk
mendukung kinerja perangkat elektronik layar sentuh, seperti tablet atau smartphone.
Jadi, android digunakan dengan sentuhan, gesekan ataupun ketukan pada
layar gadget anda. Android
bersifat open source atau bebas digunakan, dimodifikasi, diperbaiki dan
didistribusikan oleh para pembuat ataupun pengembang perangkat lunak. Dengan
sifat open source perusahaan teknologi bebas menggunakan OS ini diperangkatnya
tanpa lisensi alias gratis. Begitupun
dengan para pembuat aplikasi, mereka bebas membuat aplikasi dengan kode-kode
sumber yang dikeluarkan google. Dengan seperti itu android memiliki
jutaan support aplikasi gratis/berbayar yang dapat diunduh
melalui google play. Sistem Android dapat digunakan sebagai alat multimedia seperti
pemutar musik dan video. Android juga memiliki perangkat keras seperti accelerometer,
gyroscope dan sensorlainnya.
2. Sejarah android
Di awal pembuatannya, Android ditargetkan
bagi penggunaan perangkat kamera digital. Akan tetapi, para pencipta Android,
yaitu Andy Rubin, Chris White, dan Nick Sears berpendapat bahwa pasar untuk
kamera digital tidak terlalu besar. Maka dari itu, sistem operasi ini kemudian
dialihkan penggunaannya pada ponsel pintar. Pada tahun 2004, Android mulai dipasarkan dan berhadapan
dengan saingan smartphone berbasis sistem operasi Symbian
dan Windows Mobile. Di awal pemasarannya ini, Andy Rubin dan partner-nya
sulit mendapatkan investor.
Hingga akhirnya, Android
berhasil mendapatkan suntikan dana sebesar 10.000 dolar Amerika dari Steve
Perlman, seseorang yang kala itu ingin membantu Andy Rubin.
Di bulan Juli 2005,
Google mengakuisisi Android Inc. dengan uang sebesar 50 juta dolar. Para pendiri Android kemudian bergabung dengan Google dan memimpin
proyek ini. Setelah Google akhirnya berkompetisi juga dalam perangkat ponsel
pintar yang dibelinya, yaitu Android, Google akhirnya membuat prototipe. Prototipe tersebut merupakan smartphone yang
memiliki keyboard, seperti mililk Blackberry. Hingga
Desember 2006, berita mengenai prototipe Android ini terus tersiar. Tanpa disangka-sangka, pada tahun 2007,
perusahaan Apple merilis iPhone dengan desain smartphone yang
hampir seluruh permukaannya menggunakan layar sentuh. Mulai dari situ, Google memikirkan bagaimana perkembangan smartphone Android
untuk ke depannya, mengingat prototipe awalnya menggunakan keyboard tanpa
layar sentuh sama sekali. Untuk menyaingi iPhone, Nokia dan
Balckberry merilis ponsel dengan layar sentuh di tahun 2008. Tak ingin kalah
dengan kompetitornya, Google juga merilis ponsel dengan layar sentuh, yaitu HTC
Dream atau T-Mobile G1. Namun, tak hanya layar sentuh saja, smartphone ini
juga tidak meninggalkan penggunaan keyboard.
3.
Kelebihan dan kekeuranga android
Kelebihan Android
Ø Merupakan Sistem Operasi Open Source siapa saja bisa
menggunakannya secara gratis. Para developer atau pengembang dimudahkan untuk
mengoptimalkan dan mengembangkan OS ini untuk smartphone yang
dibuatnya.
Ø Harganya Beragam ada yang terbilang
cukup terjangkau, ada pula yang memiliki harga jual tinggi. Sehingga, smartphone Android
bisa menjangkau semua kalangan. Namun, semakin tinggi harga, semakin mumpuni
pula spesifikasinya.
Ø Memiliki Banyak Dukungan Aplikasi hal ini juga tidak lepas dari sifat
Android yang merupakan sistem operasi Open Source. Pengembang pun diizinkan
untuk mengembangkan aplikasi berbasis source code dari Android.
Oleh karena itu, jika Anda masuk ke Play Store, akan ditemukan banyak sekali
ribuan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Ø Mudah dimodifikasi banyak komponen yang bisa Anda atur ulang
atau dimodifikasi, mulai dari ROM hinga custom overclock pada
sistem operasi. Hal ini bisa berpengaruh terhadap performa ponsel pintar
berbasis Android agar bisa bekerja lebih cepat dan sesuai dengan keinginan.
Kekurangan Android
Ø Kerja sistemnya cukup berat hal ini menyebabkan banyak memori yang
dibutuhkan, baik RAM maupun ROM. Bagi smartphone yang memiliki
RAM dan ROM berkapasitas kecil, tentunya akan menghambat performanya.
Ø Hasil modifikasi sering menyebabkan sistem bekerja tidak stabil dan
kurang optimal adakalanya hasil modifikasi mengakibatkan OS menjadi sedikit lelet dan
kurang responsif. Nantinya, bisa berpengaruh pada hardware sehingga
menjadi cepat panas dan kapasitas memori lebih mudah bocor.
Ø Kurang responsif jika disandingkan dengan spesifikasi hardware yang tidak
baik hal tersebut berkaitan dengan kapasitas RAM, ROM, dan kecepatan prosesor
yang digunakan pada smartphone.
4. Bahasa pemograman yang digunakan
Tidak semua bahasa pemrograman bisa kita
gunakan untuk membuat aplikasi mobile. Nah berikut ini adalah bahasa-bahasa
pemrograman yang bisa kita pakai untuk membuat aplikasi mobile, yaitu :
- Untuk membuat aplikasi mobile android kita bisa menggunakan
bahasa pemrograman : Java, Kotlin, dan C++
- Jika kita ingin membuat aplikasi mobile untuk
perangkat iOS bahasa pemrograman yang bisa kita gunakan adalah : Swift
dan Objective C
- Bahasa C# bisa kita gunakan untuk membuat aplikasi
untuk perangkat mobile windows.
- Sedangkan jika kita ingin membuat aplikasi untuk
dua perangkat sekaligus seperti android dan iOS istilah lainnya cross
platform kita bisa menggunakan bahasa pemrograman JavaScript,
TypeScript, dan Dart. Tentunya dengan menggunakan framework-framwork
yang sudah disediakan seperti : React Native, Flutter, dan
lainnya.
5. Saat ini sudah berapa versi yang digunakan
1. Apa itu android
2. Sejarah andorid
3. Kelebihan dan kekurangan android
4. Bahasa pemograman yang digunakan
5. Saat ini sudah berapa versi android yang digunanakan
6. Sebutkan veri-versinya
- Apa itu android?
Di bulan Juli 2005, Google mengakuisisi Android Inc. dengan uang sebesar 50 juta dolar. Para pendiri Android kemudian bergabung dengan Google dan memimpin proyek ini. Setelah Google akhirnya berkompetisi juga dalam perangkat ponsel pintar yang dibelinya, yaitu Android, Google akhirnya membuat prototipe. Prototipe tersebut merupakan smartphone yang memiliki keyboard, seperti mililk Blackberry. Hingga Desember 2006, berita mengenai prototipe Android ini terus tersiar. Tanpa disangka-sangka, pada tahun 2007, perusahaan Apple merilis iPhone dengan desain smartphone yang hampir seluruh permukaannya menggunakan layar sentuh. Mulai dari situ, Google memikirkan bagaimana perkembangan smartphone Android untuk ke depannya, mengingat prototipe awalnya menggunakan keyboard tanpa layar sentuh sama sekali. Untuk menyaingi iPhone, Nokia dan Balckberry merilis ponsel dengan layar sentuh di tahun 2008. Tak ingin kalah dengan kompetitornya, Google juga merilis ponsel dengan layar sentuh, yaitu HTC Dream atau T-Mobile G1. Namun, tak hanya layar sentuh saja, smartphone ini juga tidak meninggalkan penggunaan keyboard.
Ø Merupakan Sistem Operasi Open Source siapa saja bisa menggunakannya secara gratis. Para developer atau pengembang dimudahkan untuk mengoptimalkan dan mengembangkan OS ini untuk smartphone yang dibuatnya.
Ø Harganya Beragam ada yang terbilang cukup terjangkau, ada pula yang memiliki harga jual tinggi. Sehingga, smartphone Android bisa menjangkau semua kalangan. Namun, semakin tinggi harga, semakin mumpuni pula spesifikasinya.
Ø Memiliki Banyak Dukungan Aplikasi hal ini juga tidak lepas dari sifat Android yang merupakan sistem operasi Open Source. Pengembang pun diizinkan untuk mengembangkan aplikasi berbasis source code dari Android. Oleh karena itu, jika Anda masuk ke Play Store, akan ditemukan banyak sekali ribuan aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Ø Mudah dimodifikasi banyak komponen yang bisa Anda atur ulang atau dimodifikasi, mulai dari ROM hinga custom overclock pada sistem operasi. Hal ini bisa berpengaruh terhadap performa ponsel pintar berbasis Android agar bisa bekerja lebih cepat dan sesuai dengan keinginan.
Kekurangan Android
Ø Kerja sistemnya cukup berat hal ini menyebabkan banyak memori yang dibutuhkan, baik RAM maupun ROM. Bagi smartphone yang memiliki RAM dan ROM berkapasitas kecil, tentunya akan menghambat performanya.
Ø Hasil modifikasi sering menyebabkan sistem bekerja tidak stabil dan kurang optimal adakalanya hasil modifikasi mengakibatkan OS menjadi sedikit lelet dan kurang responsif. Nantinya, bisa berpengaruh pada hardware sehingga menjadi cepat panas dan kapasitas memori lebih mudah bocor.
Ø Kurang responsif jika disandingkan dengan spesifikasi hardware yang tidak baik hal tersebut berkaitan dengan kapasitas RAM, ROM, dan kecepatan prosesor yang digunakan pada smartphone.
Sejak tahun 2009, Android mulai
dikembangakn dengan kode yang dinamai berdasarkan makanan pencuci mulut. Tiap
versi dirilis sesuai dengan urutan abjad. Berikut adalah informasi lengkapnya.
o
Astro 1.0 versi ini pertama kali dirilis pada 23 September 2008 yang awalnya akan
dinamai dengan nama “Astro” saja. Namun karena alasan hak cipta dan trademark,
nama ini tidak jadi disematkan pada versi pertama ini. Versi Astro 1.0 pertama
kali digunakan oleh smartphone HTC Dream.
o
Bender 1.1 dirilis pada 9 Februari 2009. Lagi-lagi, versi dari OS ini mengalami
masalah penamaan yang serupa dengan versi sebelumnya. Awalnya, versi ini diberi
nama Bender dan dirilis untuk perangkat T-Mobile G1 saja.
o Cupcake 1.5 dirilis pada
30 April 2009. Dimulai dari versi ini, penamaan menggunakan nama makanan
pencuci mulut. Karena merupakan versi ketiga, makan penamaannya dimulai dengan
huruf “C” dan “Cupcake” menjadi nama resminya.
o
Donut 1.6 Versi yang dirilis
pada 15 September 2009 ini memiliki peningkatan pada fitur pencarian dan UI
yang lebih user friendly. Donut 1.6 sudah mendukung teknologi
CDMA/EVDO, 802.1 x, VPNs.
o
Eclair 2.0 – 2.1 eclair 2.0 – 2.1
dirilis pada 3 Desember 2009 dan untuk pertama kalinya membawa fitur baru,
yaitu Google Maps yang dapat membantu pengguna dalam bepergian.
o
Froyo 2.2Froyo
atau disingkat dari frozen yoghurt merupakan versi
Android yang rilis pada 20 Mei 2010.Perubahan umumnya antara lain adalah adanya
dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja, intergrasi V8 JavaScript engine,
pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan Wi-Fi Hotspot portable, dan
kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.
o
Gingerbread 2.3 versi ini dirilis pada
6 Desember 2010 dan terdapat perubahan dalam peningkatan kemampuan gaming,
peningkatan fungsi copy paste, User Interface,
dukungan format video VP8 dan WebM, hingga dukungan jumlah kamera lebih dari
satu.
o
Honeycomb 3.0/3.1 versi yang
diluncurkan pada 22 Februari 2011 ini merupakan OS yang didesain khusus untuk
pengoptimalan penggunaan pada tablet PC. Versi Honeycomb ini juga mendukung
multi prosesor dan akselerasi hardware untuk grafis.
o
Ice Cream Sandwich 4.0 ice Cream
Sandwich 4.0 diluncurkan tanggal 19 Oktober 2011 dan membawa fitur Honeycomb
untuk smartphone dengan membawa fitur brau, seperti membuka
kunci dengan pengenala wajah, perangkat tambahan fotografi, hingga berbagi
informasi menggunakan NFC.
o
Jelly Bean 4,1/4.2/4.3 di tahun 2012,
android mengeluarkan versi Jelly Bean. Lewat versi Jelly Bean (4.1) Google
mulai menerapkan teknologi asisten digital Google Now yang bisa diakses
langsung dari homescreen. Pada versi 4.2 terdapat fitur photo
sphere untuk panorama, daydream sebagai screensaver, power
control, dsb. Sedangkan versi 4.3 merupakan pembaharuan dari versi
sebelumnya.
o
KitKat 4.4 diluncurkan pada 3 September 2013. Versi yang sebelumnya bernama Key Lime
Pie ini membawa peningkatan yang cukup signifikan karena Google lebih fokus
meningkatkan user experience. Versi ini dioptimalkan untuk
berjalan pada rentang yang lebih besar dari versi Android sebelumnya.
Disarankan perangkat harus memiliki minimal RAM 512 MB.
o
Lollipop 5.0 Versi yang
diluncurkan pada 12 November 2014 ini tersedia secara resmi melalui over
the air (OTA). Perubahan yang paling menonjol dalam versi ini
adalah User Interface yang didesain ulang dan dibangun
dengan “material design”.
o
Marshmallow 6.0 sistem operasi ini
membawa banyak fitur canggih, mulai dari Doze untuk menghemat baterai, dukungan
USB tipe C, percobaan multi window, sensor sidik jari untuk buka
kunci layar, hingga pengguna bisa memakai dua aplikasi berbeda dalam satu
layat.
o
Nougat 7.0 versi ini merupakan
salah satu upgrade terbesar dalam sistem operasi Android.
Nougat 7.0 merupakan pengembangan dari Marshmallow yang meningkatkan performa
dan interface yang lebih intuitif.
o
Oreo 8.0 orea 8.0 dirilis pada 2017 dengan
menambah lebih banyak fitur multi tasking dan perombakan
bagian notifikasi. Pengguna bisa mengatur mana saja notifikasi yang ingin
ditampilkan. Tampilan UI-nya juga lebih rapi dan segar, serta difokuskan untuk
memudahkan pengguna mengakses aplikasi dan mencari informasi.
o
Pie 9.0 versi yang diluncurkan pada agustus 2008 ini mengganti tiga tombol
tunggal berbentuk elips. Android pie disokong dengan kemampuan kecerdasaan
buatan (AI) yang menjadikannya bisa
mempelajari pola penggunaan secara otomatis.
6. Sebutkan versi-versinya
Ø Android
1.0 & 1.1: Astro (Alpha) & Bender (Beta)

Ø Android
1.5: Cupcake

Ø Android
1.6: Donut

Ø Android
2.0 & 2.1: Eclair

Ø Android
2.2: Froyo (Frozen Yoghurt)

Ø Android
2.3: Gingerbread

Ø Android
3.0 & 3.2: Honeycomb

Ø Android
4.0: Ice Cream Sandwich

Ø Android
4.1 & 4.3: Jelly Bean

Ø Android
4.4: KitKat

Ø Android
5.0 & 5.1: Lollipop

Ø Android 6.0: Marshmallow

Ø Android
7.0 & 7.1: Nougat

Ø Android
8.0 & 8.1: Oreo

Ø Android
9.0: Pie

Ø Android
Q Beta
Terakhir ada Android Q Beta yang
baru diluncurkan pada 13 Maret 2019 dan saat ini masih terbatas pada beberapa
perangkat HP Android saja.
Seperti
pada seri smartphone Google,
yakni Google Pixel, Google Pixel XL, Google Pixel 2, Google Pixel 2 XL, Google
Pixel 3, Google Pixel 3 XL, dan Google Pixel 3 Lite.

No comments:
Post a Comment