ARTIKEL JARINGAN
KOMPUTER
Pengertian Jaringan Komputer
Pengertian Jaringan Komputer. Jaringan Komputer merupakankumpulan dari
komputer, perangkat komputer (baik software maupun hardware) serta perangkat
lainnya yang saling terhubung satu sama lain. Dalam sebuah jaringan
memungkinkan sebuah komputer dapat berinteraksi atau berkomunikasi dengan
komputer lainnya, dan juga memungkinkan adanya interaksi antara komputer dengan
perangkat yang ada di jaringan komputer tersebut.
Secara sederhana Jaringan Komputer mempunyai gambaran seperti berikut ini. Dua buah komputer atau lebih yang masing-masing memiliki Kartu Jaringan (NIC=Network Interface Card), kemudian dihubungkan dengan menggunakan kabel atau nirkabel sebagai media transmisi data. Dalam jaringan tersebut terdapat sebuah perangkat lunak (software) sistem operasi jaringan yang dapat menghubungkan komputer-komputer tersebut. Rangkaian sederhana seperti di atas sudah bisa dikatakan sebagai sebuah jaringan komputer, tentunya sebuah jaringan komputer yang sederhana. Setiap komputer atau perangkat jaringan yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
Dengan adanya jaringan komputer ini banyak keuntungan yang akan kita dapatkan, contohnya pertukaran data antar komputer atau perangkat dalam sebuah jaringan, sharing perangkat, sharing program, dan lain sebagainya. Selain beberapa contoh di atas tentu masih banyak lagi kegunaan dari sebuah jaringan komputer. Untuk pembahasan lengkapnya akan kita bahas dalam pertemuan berikutnya. Semoga artikel singkat tentang pengertian jaringan komputer ini bermanfaat buat Anda.
Secara sederhana Jaringan Komputer mempunyai gambaran seperti berikut ini. Dua buah komputer atau lebih yang masing-masing memiliki Kartu Jaringan (NIC=Network Interface Card), kemudian dihubungkan dengan menggunakan kabel atau nirkabel sebagai media transmisi data. Dalam jaringan tersebut terdapat sebuah perangkat lunak (software) sistem operasi jaringan yang dapat menghubungkan komputer-komputer tersebut. Rangkaian sederhana seperti di atas sudah bisa dikatakan sebagai sebuah jaringan komputer, tentunya sebuah jaringan komputer yang sederhana. Setiap komputer atau perangkat jaringan yang terhubung dengan jaringan disebut node. Sebuah jaringan komputer dapat memiliki dua, puluhan, ribuan atau bahkan jutaan node.
Dengan adanya jaringan komputer ini banyak keuntungan yang akan kita dapatkan, contohnya pertukaran data antar komputer atau perangkat dalam sebuah jaringan, sharing perangkat, sharing program, dan lain sebagainya. Selain beberapa contoh di atas tentu masih banyak lagi kegunaan dari sebuah jaringan komputer. Untuk pembahasan lengkapnya akan kita bahas dalam pertemuan berikutnya. Semoga artikel singkat tentang pengertian jaringan komputer ini bermanfaat buat Anda.
Manfaat Yang Didapat Dalam Membangun Jaringan
Komputer, Yaitu :
- Sharing resources
Sharing
resources bertujuan agar seluruh program, peralatan atau
peripheral lainnya dapat dimanfaatkan oleh setiap orang yang ada pada jaringan
komputer tanpa terpengaruh oleh lokasi maupun pengaruh dari pemakai.
- Media Komunikasi
Jaringan komputer memungkinkan terjadinya komunikasi
antar pengguna, baik untuk teleconference maupun untuk mengirim pesan atau
informasi yang penting lainnya.
- Integrasi Data
Jaringan komputer dapat mencegah ketergantungan pada
komputer pusat, karena setiap proses data tidak harus dilakukan pada satu
komputer saja, melainkan dapat didistribusikan ke tempat lainnya. Oleh sebab
inilah maka dapat terbentuk data yang terintegrasi yang memudahkan pemakai
untuk memperoleh dan mengolah informasi setiap saat.
- Pengembangan dan Pemeliharaan
Pengembangan peralatan dapat dilakukan dengan mudah
dan menghemat biaya, karena setiap pembelian komponen seperti printer, maka
tidak perlu membeli printer sejumlah komputer yang ada tetapi cukup satu buah
karena printer itu dapat digunakan secara bersama – sama. Jaringan komputer
juga memudahkan pemakai dalam merawat harddisk dan peralatan lainnya, misalnya
untuk memberikan perlindungan terhadap serangan virus maka pemakai cukup
memusatkan perhatian pada harddisk
yang ada pada komputer pusat.
- Keamanan Data
Sistem Jaringan Komputer dapat memberikan perlindungan
terhadap data. Karena pemberian dan pengaturan hak akses kepada para pemakai,
serta teknik perlindungan terhadap harddisk sehingga data mendapatkan
perlindungan yang efektif.
- Sumber Daya Lebih Efisien dan Informasi Terkini
Dengan pemakaian sumber daya secara bersama – sama,
akan mendapatkan hasil yang maksimal dan kualitas yang tinggi. Selain itu data
atau informasi yang diakses selalu terbaru, karena setiap ada perubahan yang
terjadi dapat segera langsung diketahui oleh setiap pemakai.
Fungsi
Jaringan Komputer
Banyak hal yang bisa kita manfaatkan dengan adanya jaringan komputer, terdapat banyak fungsi dari jaringan komputer itu sendiri yang diantaranya :
Banyak hal yang bisa kita manfaatkan dengan adanya jaringan komputer, terdapat banyak fungsi dari jaringan komputer itu sendiri yang diantaranya :
- Mempercepat proses berbagi data (sharing data). Transfer data pada jaringan selalu lebih cepat dibandingkan sarana berbagi data lainnya yang bukan jaringan. Hal ini sangat mempermudah user dalam memperoleh data yang diinginkan.
- Lebih hemat dari segi biaya atau sumber daya lebih efisien dari metodhe / cara lain. Misalnya, dengan satu printer dapat digunakan untuk banyak pengguna /user.
- Menjaga informasi agar tetap andal dan up-to-date. Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik oleh komputer server memungkinkan banyak pengguna mengaskses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses. Hal ini sudah diterapkan di dunia perusahaan ataupun instansi pemerintahan, dengan begitu data akan lebih mudah diakses dan membantu proses dalam pengerjaannya.
Jenis-jenis
Jaringan Komputer PAN, LAN, MAN dan WAN – Sebelum kita membahas tentang Jenis-jenis jaringan komputer PAN, LAN, MAN
dan WAN, kita harus mengetahui pengertian dari jaringan komputer itu
sendiri. Setelah sebelumnya blogsolu memberikan tutorial tentang mengatasi komputer yang sering restart sendiri dan review
produk Iconia PC tablet dengan Windows 8, kali ini blogsolu akan
membagikan artikel yang membahas tentang Jenis-jenis jaringan komputer.
Pengertian dari jaringan komputer secara umum adalah hubungan antara dua atau
lebih sistem komputer melalui media komunikasi untuk melakukan komunikasi data
satu dengan yang lainnya. Nah dalam jaringan komputer memiliki beberapa jenis.
Dari jaringan yang sederhana sampai jaringan yang mencakup secara luas.
Silahkan simak apa saja jenis-jenis jaringan pada komputer dibawah ini :
Jenis-jenis Jaringan Komputer
1. PAN (Personal Area Network)
PAN adalah singkatan dari personal area network. Jenis
jaringan komputer PAN adalah hubungan antara dua atau lebih sistem komputer
yang berjarak tidak terlalu jauh. Biasanya Jenis jaringan yang satu ini hanya
berjarak 4 sampai 6 meter saja. Jenis jaringan ini sangat sering kita gunakan.
contohnya menghubungkan hp dengan komputer.
2. LAN (Lokal Area Network)
LAN adalah singkatan dari lokal area network. Jenis
jaringan LAN ini sangat sering kita temui di warnet-warnet, kampus, sekolah
ataupun perkantoran yang membutuhkan hubungan atau koneksi antara dua komputer
atau lebih dalam suatu ruangan.
3. MAN (Metropolitan Area Network)
MAN singkatan dari metropolitan area network. Jenis
jaringan komputer MAN ini adalah suatu jaringan komputer dalam suatu kota
dengan transfer data berkecepatan tinggi yang menghubungkan suatu lokasi
seperti sekolah, kampus, perkantoran dan pemerintahan. Sebenarnya jaringan MAN
ini adalah gabungan dari beberapa jaringan LAN. Jangkauan dari jaringan MAN ini
bisa mencapai 10 – 50 kilo meter.
4. WAN (Wide Area Network)
WAN
singkatan dari wide area network. WAN adalah jenis jaringan komputer yang
mencakup area yang cukup besar. contohnya adalah jaringan yang menghubugkan
suatu wilayah atau suatu negara dengan negara lainnya.
Jenis-jenis Jaringan Komputer Berdasarkan Topologi
Dari setiap jenis-jenis jaringan komputer pasti selalu dibangun dengan berdasarkan tujuan dan biaya yang dimiliki oleh pengguna. Maka dari itu setiap jenis jaringan komputer selalu ada kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Berikut penjelasan mengenai jenis jaringan komputer yang berdasarkan topologi-nya.
1. Topologi Star
Dilihat dari namanya, sudah
pasti topologi yang satu ini membentuk topologi sebuah bintang. Karena topologi
star ini memiliki satu node inti dimana note inti tersebut berada di bagian
tengah, sedangkan yang komputer lainnya akan dihubungkan dengan node lainnya.
Untuk lebih jelasnya gambaran dari topologi Star ini, Anda dapat melihat gambar
dibawah ini.
Kelebihan dari jenis
jaringan komputer topologi Star ini yaitu apabila salah satu kabel yang
terputus atau rusak, hal tersebut tidak akan mengganggu dan merusak seluruh
komunikasi yang ada dan jaringan pun tetap akan berjalan seperti semestinya.
Dan kekurangan dari topologi
Star ini yaitu apabila HUB yang menjadi pusat jaringan mengalami kerusakan
atau kegagalan, maka dari itu seluruh komunikasi atau jaringan akan berpengaruh
dan menjadi gagal beroperasi. Hal itu pula yang kemudian mengharuskan
menggunakan kabel yang nantinya akan ditarik pada satu titik tengah.
2. Topologi Bus
Topologi Bus merupakan salah
satu topologi yang sering kali digunakan oleh banyak orang untuk menghubungkan
komputer-komputer yang ada. Pada topologi Bus ini hanya perlu menggunakan
satu kabel yang panjang dan terminal.
Dan kemudian pada akhirnya
akan ada terminator pada bagian akhir dari kabel. Proses topologi Bus ini dirasa
lebih mudah pada proses instalasinya.
Keuntungan dari Topologi Bus
ini yaitu tidak membutuhkan HUB dan Switch pada pengaplikasiannya, dan pada
topologi ini juga sangat mudah untuk menambah perangkat komputer yang baru.
Sedangkan kekurangan dari topologi Bus ini yaitu ketika menambah perangkat akan
terasa sangat lamban pada jaringannya dan apabila kerusakan pada kabel pertama
akan mempengaruhi kinerja dari seluruh jaringan yang ada.
3. Topologi MESH
Topologi Mesh merupakan
jenis jaringan komputer yang membentuk koneksi antar perangkat komputernya yang
saling terhubung secara langsung dengan komputer lainnya dalam satu jaringan.
Kelebihan dari Topologi ini yaitu dapat mendeteksi kesalahan ataupun gangguan
dalam jaringan secara cepat dan keamanan pada sebuah data yang di bagikan dalam
jaringan topologi tersebut bisa ditingkatkan sesuati kebutuhannya.
Jenis-jenis Jaringan Komputer
Berdasarkan Fungsinya
Jenis-jenis jaringan
Komputer pun harus ada yang dilihat berdasarkan fungsinya, karena dengan fungsi
tersebut seseorang dapat menentukan jenis jaringan komputer apa yang pantas
untuk diaplikasikan dan digunakan. Berikut penjelasan mengenai jenis-jenis
jaringan komputer berdasarkan fungsinya :
1. Jaringan Komputer
Client-Server
Pada jenis jaringan komputer
Client-Server ini ada sejumlah komputer yang bertindak sebagai Client, dimana
komputer client tersebut dapat meminta sebuah data, sedangkan Server akan
melakukan tugas yang dapat memberikan sebuah data sesuai dengan permintaan komputer
client tersebut.
Kelebihan dari jenis
jaringan komputer ini yaitu dapat mengontrol akses, integritas data dan
resource. Sehingga client tersebut tidak dapat mengganggu akses yang ada di
dalam jaringan.
Sedangkan kekurangan dari
jaringan komputer Client-Server ini yaitu apabila kita menggunakan
server tunggal untuk dapat mengatur resource pada jaringan tersebut akan
menyebabkan ancaman seperti SPOF. Yang mana jika hal ini terjadi akan
menyebabkan berhentinya seluruh aktivitas yang ada di jaringan tersebut.
2. Jaringan Komputer
Peer-to-Peer
Jaringan komputer
Peer-to-Peer ini adalah jaringan yang dimana setiap komputer tersebut saling
dapat terhubung dalam jaringan, dan setiap komputer tersebut dapat bertindak
sebagai client maupun server. Jaringan komputer ini juga dibentuk tanpa adanya
kontrol yang terpusat pada sebuah server yang terdedikasi.
PENGERTIAN PENGKABELAN

Pengertian pengkabelan jaringan komputer
Kabel Jaringan adalah kabel yang menghubungkan antara komputer dengan komputer, dari server ke swich dan yang lainya.kabel jaringan juga bisa sebagai perantara pengguna dengan pengguna lainya dalam satu wilayah lokal seperti (warnet, kantor perusahaan dll).
selain itu kabel jaringan juga bisa disebut dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yang sering digunakan untuk LAN dan kabel telpon. Kabel UTP sendiri terdiri dari empat warna konduktor tembaga yang setiap pasangannya berpilih. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular yaitu 8 pin yang biasa kita sebut sebagai RJ-45, dan semua protokol LAN dapat beroprasi melalui kabel UTP. Dan kebanyaka perangkat LAN dilengkapi oleh konektor RJ-45.
Di dalam dunia IT kabel UTP juga bisa disebut dengan kabel LAN (Local Area Network)
Dibawah ini adalah contoh kabel UTP atau LAN (Local Area Network) dan RJ-45
Jenis – Jenis Kabel Jaringan Computer
Untuk membuat suatu jaringan di butuhkan kabel sebagai penghubung. Kabel yang digunakan dirancang khusus untuk dapat berfungsi dengan baik. Ada 4 jenis kabel yang digunakan dalam merancang sebuah jaringan computer. Kabel tersebut antara lain kabel Coaxial, kabel Unshielded Twisted Pair (UTP), kabel Shielded Twisted Pair (STP) dan kabel Serat Optik (Fiber Optik).
Berikut ini jenis-jenis kabel jaringan computer :
1. Kabel Coaxial
Kabel Coaxial terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel. Beberapa jenis kabel coaxial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap interferensi listrik.
Karakteristik kabel coaxial :
1. Kecepatan dan keluaran 10 – 100 MBps
2. Biaya Rata-rata per node murah
3. Media dan ukuran konektor medium
4. Panjang kabel maksimal yang di izinkan yaitu 500 meter (medium)
Jaringan yang menggunakan kabel coaxial merupakan jaringan dengan biaya rendah, tetapi jangkauannya sangat terbatas dan keandalannya juga sangat terbatas. Kabel coaxial pada umumnya digunakan pada topologi bus dan ring.
2. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) merupakan sepasang kabel yang di-twist/dililit satu sama lain dengan tujuan untuk mengurangi interferensi listrik yang dapat terdiri dari dua, empat atau lebih pasangan kabel (umumnya yang dipakai dalam jaringan komputer terdiri dari 4 pasang kabel / 8kabel). UTP dapat mempunyai transfer rate 10 Mbps sampai dengan100 Mbps tetapi mempunyai jarak yang pendek yaitu maximum 100m.
Terdapat 5 kategori kabel UTP :
1. Category (CAT) 1
Digunakan untuk telekomunikasi telepon dan tidak sesuai untuk transmisi data.
2. Category (CAT) 2
Jenis UTP ini dapat melakukan transmisi data sampai kecepatan 4 Mbps.
3. Category (CAT) 3
Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 10 Mbps.
4. Category (CAT) 4
Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 16 Mbps.
5. Category (CAT) 5
Merupakan jenis yang paling popular dipakai dalam jaringan komputer di dunia pada saat ini. Digunakan untuk mengakomodasikan transmisi dengan kecepatan sampai dengan 100Mbps.
Macam Teknik Pengkabelan
ujung dua. Kabel cross over digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalahsusunan standar kabel cross over.
Membuat kabel Straight dan Cross Over
Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu kita siapkan, yaitu

Kemudian masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan tadi yaitu sebagai berikut:
Masukan Jack RJ-45 yang sudah terpasang dengan kabel tadi ke dalam mulut tang crimping yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut tang. Sekarang jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin menancap pada kabel. Biasanya jika pin jack sudah menancap akan mengeluarkan suara “klik”.

Kesimpulannya adalah jika Anda memasang kabel UTP tipe straight maka susunan warna pada kedua ujung kabel adalah sama. Sedangkan cara pemasangan UTP tipe cross, susunan warna ujung kabel pertama berbeda dengan unjung kabel kedua. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus menyala semua setiap led dari nomor 1 sampai 8.lihat gambar di bawah ini :
Kabel straight
Kabel straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya.
Kabel straight digunakan untuk menghubungkan 2 device yang berbeda.
Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai
dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau
kadang-kadang juga dipakai sesuai standar TIA/EIA 368A sebagai
berikut:
Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
- Menghubungkan antara computer dengan switch
- Menghubungkan computer dengan LAN pada modem cable/DSL
- Menghubungkan router dengan LAN pada modem cable/DSL
- Menghubungkan switch ke router
- Menghubungkan hub ke router
Kabel cross over
Kabel cross over merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu denganujung dua. Kabel cross over digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar dibawah adalahsusunan standar kabel cross over.
Contoh penggunaan kabel cross over adalah sebagai berikut :
- Menghubungkan 2 buah komputer secara langsung
- Menghubungkan 2 buah switch
- Menghubungkan 2 buah hub
- Menghubungkan switch dengan hub
- Menghubungkan komputer dengan router
Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.
Membuat kabel Straight dan Cross Over
Untuk membuat sebuah kabel jaringan menggunakan kabel UTP ini terdapat beberapa peralatan yang perlu kita siapkan, yaitu
- kabel UTP
- Connector RJ-45
- Crimping tools
- RJ-45 LAN Tester
contoh gambarnya seperti dibawah ini :
Kabel UTP Tipe Straight
Sekarang akan kita bahas cara pemasangannya. Yang
pertama adalah cara memasang kabel UTP tipe straight. Untuk itu, lakukan
langkah-langkah berikut:
- Kupas ujung kabel sekitar 2 cm, sehingga kabel kecil-kecil yang ada didalamnya kelihatan.
- Pisangkan kabel-kabel tersebut dan luruskan. Kemudian susun dan rapikan berdasarkan warnanya yaitu Orange Putih, Orange, Hijau Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Coklat Putih, dan Coklat. Setelah itu potong bagian ujungnya sehingga rata satu sama lain.
Susunan kabel UTP tipe straight bisa Anda lihat pada gambar di bawah:

Setelah kabel tersusun, ambil Jack RJ-45. Seperti yang
saya katakan tadi Jack ini terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari jack ini
adalah pin yang berada paling kiri jika posisi pin menghadap Anda.
Berurut ke kanan adalah jack 2, 3, dan seterusnya.
Kemudian masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan tadi yaitu sebagai berikut:
- Orange Putih pada Pin 1
- Orange pada Pin 2
- Hijau Putih pada Pin 3
- Biru pada Pin 4
- Biru Putih pada Pin 5
- Hijau pada Pin 6
- Coklat Putih pada Pin 7
- Coklat pada Pin 8.
Masukkan kabel tersebut hingga bagian ujungnya mentok di dalam jack.
Masukan Jack RJ-45 yang sudah terpasang dengan kabel tadi ke dalam mulut tang crimping yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut tang. Sekarang jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin menancap pada kabel. Biasanya jika pin jack sudah menancap akan mengeluarkan suara “klik”.
Sekarang Anda sudah selesai memasang jack RJ-45 pada
ujung kabel pertama. Untuk ujung kabel yang kedua, langkah-langkahnya
sama dengan pemasangan ujung kabel pertama tadi. Untuk itu, ulangi
langkah-langkah tadi untuk memasang Jack RJ-45 pada ujung kabel yang
kedua.
Kalau sudah kemudian kita test menggunakan LAN tester.
Masukkan ujung ujung kabel ke alatnya, kemudian nyalakan, kalau lampu
led yang pada LAN tester menyala semua, dari nomor 1 sampai 8 berarti
Anda telah sukses. Kalau ada salah satu yang tidak menyala berarti
kemungkinan pada pin nomor tersebut ada masalah. Cara paling mudah yaitu
Anda tekan (press) lagi menggunakan tang. Kemungkinan pinnya belum
tembus. Kalau sudah Anda tekan tetapi masih tidak nyambung, maka coba
periksa korespondensinya antar pin udah 1-1 atau belum.lihat gambar di bawah ini:

Kabel UTP Tipe Cross
Cara memasang kabel UTP tipe straight sudah saya
jelaskan tadi. Sekarang saya bahas mengenai cara memasang kabel UTP tipe
cross. Cara pemasangan kabel UTP tipe cross hampir sama dengan memasang
kabel UTP tipe straight. Mengenai teknis pemasanganya sama seperti
tadi. Perbedaanya adalah urutan warna kabel pada ujung kabel yang kedua.
Untuk ujung kabel pertama, susunan kabel sama dengan susunan kabel UTP
tipe straight yaitu:
- Orange Putih pada Pin 1
- Orange pada Pin 2
- Hijau Putih pada Pin 3
- Biru pada Pin 4
- Biru Putih pada Pin 5
- Hijau pada Pin 6
- Coklat Putih pada Pin 7
- Coklat pada Pin 8.
Untuk ujung kabel yang kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung pertama. Adapaun susunan warnanya adalah sebagi berikut:
- Hijau Putih pada Pin 1
- Hijau pada Pin 2
- Orange Putih pada Pin 3
- Biru pada Pin 4
- Biru Putih pada Pin 5
- Orange pada Pin 6
- Coklat Putih pada Pin 7
- Coklat pada Pin 8.
Hasil akhir kabel UTP tipe cross akan seperti ini:
Kesimpulannya adalah jika Anda memasang kabel UTP tipe straight maka susunan warna pada kedua ujung kabel adalah sama. Sedangkan cara pemasangan UTP tipe cross, susunan warna ujung kabel pertama berbeda dengan unjung kabel kedua. Nanti jika dites menggunakan LAN tester, maka nantinya led 1, 2, 3 dan 6 akan saling bertukar. Kalau tipe straight menyalanya urutan, sedangkan tipe cross ada yang lompat-lompat. Tapi yang pasti harus menyala semua setiap led dari nomor 1 sampai 8.lihat gambar di bawah ini :
3. Kabel Shielded Twisted Pair (STP)
Secara fisik kabel shielded sama dengan unshielded tetapi perbedaannya sangat besar dimulai dari kontruksi kabel shielded mempunyai selubung tembaga atau alumunium foil yang khusus dirancang untuk mengurangi gangguan elektrik. Kekurangan kabel STP lainnya adalah tidak samanya standar antar perusahaan yang memproduksi dan lebih mahal dan lebih tebal sehingga lebih susah dalam penanganan fisiknya.
4. Kabel Serat Optik (Fiber Optik)
Jenis kabel fiber optic merupakan kabel jaringan yang jarang digunakan pada instalasi jaringan tingkat menengah ke atas. Pada umumnya, kabel jenis ini digunakan pada instalasi jaringan yang besar dan pada perusahaan multinasional serta digunakan untuk antar lantai atau antar gedung. Kabel fiber optic merupakan media networking medium yang digunakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Fiber Optic harganya lebih mahal di bandingkan media lain.
Fiber Optic mempunyai dua mode transmisi, yaitu single mode dan multi mode. Single mode menggunakan sinar laser sebagai media transmisi data sehingga mempunyai jangkauan yang lebih jauh. Sedangkan multimode menggunakan LED sebagai media transmisi.
Karakteristik kabel fiber optik :
1. Beroperasi pada kecepatan tinggi (gigabit per detik)
2. Mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar
3. Biaya rata-rata pernode cukup mahal
4. Media dan ukuran konektor kecil
5. Kebal terhadap interferensi elektromagnetik
6. Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 – 60 kilometer)
Teknologi fiber optic atau serat cahaya memungkinkan menjangkau jarak yang besar dan menyediakan perlindungan total terhadap gangguan elektrik. Kecepatan transfer data dapat mencapai 1000 mbps serta jarak dalam satu segment dapat labih dari 3.5 km. kabel serat cahaya tidak terganggu oleh lingkungan cuaca dan panas.






















